It is Me

It is Me
First life

Wednesday, July 11, 2012

Putih di Vagina Bayi

Ritual mandi rada sedikit horor pagi ini, karena mommy ku baru realized ada kerak-kerak putih di daerah sekitar vagina. When I was born, kerak ini sudah pernah ada, namun sama babysitter aku sebelumnya sudah dibersihin dengan kapas dan air hangat, digosok pelan-pelan karena bisa bikin lecet vagina aku ntr, secara aku masih baby ya daerah situ daerah masih sensitive sekali.


Untung mommy aku pernah lihat babysitter ku bersihin daerah vagina itu, jadinya gak horror horror banget bersihinnya. Mommy ngerinya kalau digosok bikin lecet atau kenapa-kenapa, apalagi kalau baca tulisan tulisan di website ternyata ada yang bilang gak boleh dibersihkan karena itu adalah lemak ibunya yang berfungsi melindungi kuman supaya gak masuk, ada yang bilang harus dibersihkan, tergantung Dsa nya.


Dsa nya aku sih bilang harus dibersihkan karena itu kotor. Jadi memang para mommies harus bijak menyikapi dan menerima saran Dsa ya, kadang gak semua yg dibilang Dsa benar loh karena pada prakteknya mommynya juga yang ngurus dan ngerawat baby. Jadi rajin rajin baca ya.


Sebenarnya hal-hal apa saja sih yang dibilang tabu dilakukan waktu ngerawat baby ? 

Cara perawatan bayi terkadang masih menyisakan teka-teki bagi kita. Agar tak salah, simak penjabaran dr. Satyawati, SpA., dari RS Azra Bogor, mengenai hal-hal yang patut dihindari dalam merawat sang buah hati.
1. MENYUNAT BAYI PEREMPUAN
Ada adat istiadat yang mewajibkan bayi perempuan untuk disunat. Tapi perlu diketahui sunat pada bayi perempuan kelak dapat memengaruhi kepekaan seksual saat dewasa nanti. Untuk itu tim medis yang diminta menyunat bayi perempuan demi alasan adat, umumnya hanya sekadar membersihkan bagian klitoris saja. Jadi, tidak ada pemotongan, meski pada bagian ujung klitoris sekalipun.
2. MENUTUP PUSAR DENGAN KOIN
Menekan pusar dengan koin setelah pusar puput umumnya dilakukan agar pusar bayi tidak bodong. Padahal ini malah mengundang timbulnya infeksi karena pusar yang baru saja puput sebenarnya belum dalam keadaan menutup sempurna dan kering. Lantaran itu menutup pusar dengan koin amat tidak disarankan. Soal bodong atau tidaknya pusar, pada dasarnya memang ada bayi yang sejak lahir punya "bakat" bodong karena "jendela" ke pusarnya belum menutup sempurna saat ia lahir. Pusar bodong juga bisa disebabkan hernia umbilikus. Nah, kondisi seperti ini jelas tidak dapat diatasi dengan hanya menaruh koin pada pusarnya melainkan diperlukan tindakan medis.
3. MEMBERSIHKAN VAGINA DARI BELAKANG KE DEPAN
Kebiasaan membersihkan anus dan vagina dari belakang (anus) ke arah depan (vagina) sama sekali tidak baik. Ini pun berlaku pada bayi. Saat si kecil BAB atau BAK yang wajib dibersihkan terlebih dahulu adalah vagina setelah itu baru anus. Jadi bukan dari anus menuju ke vagina. Cara yang salah hanya akan membawa kuman-kuman dari wilayah sekitar anus ikut menempel ke vagina.
4. MEMBEDAKI AREA SEPUTAR VAGINA
Setelah membersihkan vagina bayi dengan air, beberapa orangtua akan menaburkan bedak di sekitar daerah tersebut agar lebih kering. Tindakan ini kurang tepat karena taburan bedak di sekitar wilayah vagina malah akan menumpuk dan mengotorinya sehingga berisiko menyebabkan infeksi saluran kencing.
5. MENGOREK "PUTIH-PUTIH" DI VAGINA
Pada bayi wanita yang baru lahir kerap ditemui "putih-putih" menyerupai gel yang menempel di bagian dalam vagina, tepatnya di sekitar klitoris. Ini terjadi karena bayi baru lahir masih dipengaruhi hormon ibu. Banyak orangtua yang merasa khawatir dan berusaha membersihkan dengan cara mengorek menggunakan cotton bud. Semestinya hal ini tak perlu dilakukan. Cukup bersihkan "putih-putih" itu dengan air. Mengorek-ngorek vagina dikhawatirkan malah akan melukai wilayah klitoris. "Putih-putih" itu pun akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia bayi dan ketika hormon di tubuhnya telah berfungsi sempurna.
6. MENGOREK TELINGA
Membersihkan telinga bayi tak perlu mengorek sampai bagian dalam atau ke saluran tengah telinga. Cara yang disarankan adalah membersihkan di sekitar daun telinga saja karena telinga sebenarnya memiliki mekanisme mengeluarkan kotoran alias akan keluar sendiri. Jadi jangan khawatir, kotoran tidak akan sampai menggumpal dan menyumbat telinga, kecuali ada penyebab tertentu. Misalnya, infeksi pada telinga.
7. MEMBERSIHKAN"PUTIH-PUTIH" DI LIDAH
"Putih-putih" pada lidah dapat disebabkan oleh sisa ASI atau susu formula yang menempel. Untuk membersihkannya tak perlu sampai disikat atau digosok-gosok dengan sekuat tenaga. Cukup dengan kain kasa yang telah diberi air hangat kemudian dililitkan pada jari telunjuk ibu. Usap secukupnya atau 2-3 kali usapan. Menggosok lidah dengan kuat malah akan merusak permukaan lidah bayi. Bila kondisi "putih-putih"-nya tampak begitu mengganggu segera konsultasikan pada dokter.
8. MENGGUNAKANSARUNG TANGAN
Sarung tangan biasanya digunakan untuk menghangatkan bayi. Selain juga untuk membungkus kuku-kuku bayi yang panjang agar tidak menggores muka atau bagian tubuh bayi lainnya.
Apa pun alasannya, perlu diketahui sarung tangan sebaiknya sudah ditinggalkan setelah bayi berusia 1 bulan. Pada usia ini bayi sudah memiliki kemampuan mengontrol suhu tubuhnya, jadi tak perlu khawatir bayi akan kedinginan tanpa sarung tangannya.
Nah, soal kuku-kuku bayi yang panjang, asal tahu saja pemakaian sarung tangan yang terus-menerus bisa memengaruhi tumbuh kembangnya. Jadi lebih baik ibu memberanikan diri untuk memotong kuku si kecil dengan membeli gunting kuku yang aman dan mempelajari teknik memotong kuku bayi yang benar.
9. MEMBEDONG TERLALU KUAT
Tujuan membedong selain untuk menjaga kehangatan tubuh bayi, juga agar bayi dapat tidur tenang karena sampai usia 6 bulan, bayi masih mengalami refleks kaget (MORO). Dengan dibedong, saat refleks MORO terjadi, bayi akan merasa seperti ada yang memeluk sehingga ia bisa tertidur kembali.
Jadi boleh saja membedong bayi baru lahir namun jangan terlampau kuat, cukup longgar saja. Bedong yang terlalu kencang malah akan memengaruhi peredaran darah bayi, membuatnya sesak napas, juga dapat membuat bayi tidak bebas bergerak sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu tumbuh kembangnya.
Soal bedong yang dapat meluruskan kaki bayi, jelas tidak benar. Pada awal kelahiran, kaki bayi memang memiliki kecenderungan bengkok karena selama dalam kandungan ia harus melipat kakinya akibat keterbatasan ruang. Setelah lahir, kondisi kakinya yang bengkok ini akan lurus dengan sendirinya seiring pertambahan usia.
10. MELILITKAN GURITA TERLALU KENCANG
Anggapan bahwa pemakaian gurita dapat mengempiskan perut bayi yang tampak membuncit jelas salah. Buncit akan "menghilang" sen—diri dengan berjalannya waktu tanpa menggunakan gurita.
Namun pemakaian gurita untuk menghindari gesekan pada tali pusar yang belum terlepas, boleh-boleh saja, asalkan pakaikan dengan longgar. Seperti halnya bedong, pemakaian gurita yang terlalu kuat dapat membuat bayi merasa sesak karena ia masih bernapas menggunakan perut. Lilitan gurita yang terlalu kuat juga dapat menghambat pertumbuhan organ di sekitar rongga dada dan perut.
11. MEMBERIKAN PISANG DAN NASI
Memberikan pisang atau bahkan nasi pada bayi yang usianya kurang dari 6 bulan tidak dibenarkan. Sistem pencernaan bayi sebelum 6 bulan belumlah sempurna dan hanya mampu menerima asupan susu. Perlu diketahui, usus bayi baru lahir belum memiliki enzim yang mampu mencerna karbohidrat dan serat-serat tumbuhan yang begitu tinggi. Akibatnya, pemberian pisang atau nasi yang terlalu dini bisa menyebabkan sumbatan pada usus atau diare yang berlebihan pada bayi.
source : tabloid nova (Utami Sri Rahayu)



Nah para mommies udah baca kan, jadi memang sebagai mommies yang harus rajin baca untuk mendapat informasi yang cukup dan mendiskusikan nya dengan Dsa (tergantung Dsa nya juga sih informatif apa gak). 


Happy joy joy mommies.


Oh iya today pilkada gubernur kan, be wise mommies memilih pemimpin.

Thursday, July 5, 2012

Botol Susu




Salah satu bagian yang penting berkaitan dengan bayi adalah botol susu. Bagaimana tidak bahwa bayi menggunakan botol susu hampir setiap hari bahkan setiap haripun lebih dari sekali (kalau aku setiap hari bisa 8 kali :p)

Sebenarnya yang paling baik adalah menyusu langsung ke ibunya, namun buat working mom hal ini tidak bisa dilakukan selain sebelum berangkat ke kantor dan sesampai di rumah setelah bekerja.

Namun pada suatu kondisi anda terpaksa menggunakan botol susu ketika memberikan ASI kepada si mungil. Apakah anda sudah memastikan bahwa botol anda sudah aman untuk si buah hati?

Botol susu yang ada di pasaran pada umumnya terbuat dari plastik.

Pastinya moms tau kalau ada berbagai jenis plastik dengan masing-masing kodenya. Kalau lupa dan memang belum tau, nih saya kasih keterangannya biar sekalian merefresh.

1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate)
PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik tembus pandang/transparan seperti botol air mineral, botol minuman, botol jus, botol minyak goreng, botol kecap, botol sambal, botol obat, dan botol kosmetik dan hampir semua botol minuman lainnya. Untuk pertekstilan, PET digunakan untuk bahan serat sintetis atau lebih dikenal
dengan polyester.
PETE/PET direkomendasikan ‘hanya untuk sekali pakai’. Penggunaan berulang kali terutama pada kondisi panas akan menyebabkan melelehnya lapisan polimer dan keluarnya zat karsinogenik SbO3 (Antimon Trioksida) dari bahan plastik tersebut, sehingga dapat menyebabkan kanker untuk penggunaan jangka panjang.


2. HDPE (high density polyethylene)
HDPE (high density polyethylene) memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. HDPE biasa dipakai untuk botol kosmestik, botol obat, botol minuman, botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan jerigen, pelumas, dan lain-lain. Walaupun demikian HDPE hanyadirekomendasikan untuk sekali pakai, karena pelepasan senyawa SbO3(Antimon Trioksida) terus meningkat seiring waktu. Bahan HDPE bila ditekan tidak kembali ke bentuk semula.

3.V atau PVC (polyvinyl chloride)
PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Jenis plastik PVC ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), untuk mainan, selang, pipa bangunan, taplak meja plastik, botol kecap, botol sambal dan botol sampo. PVC mengandung DEHA yang berbahaya bagi kesehatan. Makanan yang dikemas dengan plastik berbahan dapat terkontaminasi karena DEHA melebur/ lumer pada suhu -150C. DEHA juga mudah melebur jika terdapat kontak antara permukaan plastik dengan minyak.

4.LDPE (low density polyethylene)
LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. LDPE dipakai untuk tutup plastik, kantong / tas kresek dan plastik tipis lainnya. Walaupun baik untuk tempat makanan, barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan. Selain itu pada suhu di bawah 600C sangat resisten terhadap senyawa kimia.

5. PP (polypropylene)
Plastik jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, tutup botol, cup plastik, mainan anak, botol minum dan yangterpenting, pembuatan botol minum untuk bayi. Bahan yang terbuat dari PP memiliki sifat yang elastis, yaitu apabila ditekan akan kembali ke bentuk semula.
Karakteristik plastik jenis ini transparan dan cenderung berawan (keruh).
Nah pada produk botol terdapat logo ini.

6. PS (polystyrene)
PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai seperti sendok, garpu gelas, dan lainlain. Polystyrene dapat mengeluarkan bahan Styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan ini harus dihindari, karena berbahaya untuk kesehatan, selain itu bahan ini sulit didaur ulang. Banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
7. Other (biasanya polycarbonate)
Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 jenis, yaitu : SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), PC (polycarbonate), dan Nylon. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi
terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan sehingga merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.

PC atau Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.
Pada penggunaanya(dipanaskan) PC dapat melepaskan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berbahaya bagi kesehatan sehingga dianjurkan untuk tidak digunakan sebagai tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya banyak botol susu yang terbuat dari PC dan sangat mungkin mengalami proses pemanasan untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.

Nah apa itu Bispehonal - A (BPA), amankah bila masuk ke dalam tubuh. Apalagi tubuh bayi? Mari sedikit kita ulas tentang Bishpenol - A.

(Rantai kimia Bishpenol-A)

BPA adalah bahan kimia industri kunci dalam pembuatan polikarbonat. Dengan kata lain plastik dengan simbol 7 menggandung BPA. Dan plastik kode 3 juga dapat mengandung BPA sebagai antioksidan dalam plasticizer. Kode 1, 2, 4, 5, dan 6 tidak mengandung BPA selama polimerasi atau membentuk paket.

Walaupun masih dalam perdebatan penelitian terakhir menyebutkan bahayanya Bisphenol-A.
Silakan merujuk pada tulisan tentang:

Adapun sebagai alternatif khusus botol susu bayi anda bisa menggunakan produk berupa botol susu yang terbuat dari bahan kaca atau crystal.

sumber : Asibayi.com

So, mommies harus lebih bijak membeli botol susu, gak mau kan sesuatu terjadi pada bayinya. 

Salam kecup.

Love Mom & Dad

Hello mommies, sepertinya my mom is very busy, so its been a while not write blog. Today I want to share my pics with mommy while waiting daddy from work.

Its me the pinky girl (ampun deh mommy bajunya cantik sekali), and eyang uti aku numpang bobo ya di bantal eyang uti.




While waiting my dad home, me and mommy are taking pics,, Mommy please ya, you're no a teenager anymore, jangan nyaingin aku dunk,,hehehheh


After my dad went home, gantian atuh aku main sama daddy. Its been so long not talking with my dad, so I have a little chit chat before go to sleep.




I love my mom and dad,,

Saturday, June 30, 2012

Clean up the baby

First experience of my mommy to clean out my mouth and ear. It's funny to seeing my mom face, nervous and I knew it's her first experience but she is doing very good.

Here are the steps to clean the baby's mouth you can do :
  1. Dampen gauze or  washcloth with warm boiled water, and dressing on your index finger
  2. Put your baby in bed so much easier to clean his/her mouth.
  3. Begin cleaning the mouth from the outside, the lips and surrounding areas.
  4. With the help of your fingers, open mouth and insert your index finger and gently rub the gums start from the top to the rear of the front top.
  5. When finished, clean the gum from the bottom of the rear continues forward.
  6. Don't forget to clean the baby's tongue. Do it from the base of the tongue (remember, do not back), then slowly to the front.
Here also do and don'ts on cleaning the baby's nose :

Do :
  1. use stemmed cotton and warm water.
  2. insert the cotton slowly, not too deep (some of baby store sell specially for nose which have barrier to nostril
  3. clean up by doing the twist to the left and right
  4. use tweezers to pick up dirt in the baby's nose
Don'ts :
  1. remove dirt nose using a paper towel or your fingers because it will push the dirt deeper into the limiting membrane of the nose or scratch sensitive.
  2. cleaning the nostrils are too loud. Lobe is still very soft so the baby could be injured.
  3. sucking both holes at once. Dangerous because mucus can rise into the middle ear, causing an infection
Here also some tips to cleaning the baby's ear :
  • do a regular basis if there is dirt in the ears of children.
  • consider the child if he/she had started digging, scratching and pulling his ears dancing.
  • look carefully whether there is dirt in the ear canal.
  • ear wax is out on its own (that's what doctor said), but that does not mean rolling out. If we look carefully, on the outside of the child's ear canal will appear yellowish dirt, meaning the dirt is out on his/her own
  • clean the dirt using a cotton swab (cotton-stemmed) on the outer ear canal, with notes affordable and stools are still soft. Be careful when using a cotton bud, do not be too deep, no more than 1 cm afraid it will pushed deeper. Dirt that can accumulate in the inner ear and interfere with hearing.
  • finished cleaning, dry the child's ear with a towel or soft cloth.
Hope some tips on cleaning up the baby could help all new mommies in the world just like my mom.

Reference : ayahbunda.co.id





Friday, June 29, 2012

Alasan Bayi Menangis & Suaranya

Pengalaman buruk kalau aku menangis terus sama babysitter ku buru-buru dikasih susu alhasil aku jadi gumoh atau muntah karena kekenyangan. Based on that, my mommy browsing via embah google untuk tahu kenapa sih aku nangis sebenarnya.

Gara-gara babysitter ku yang setiap saat kasih susu trus ke aku (skrng sih babysitternya udah dipulangin ke yayasan), mommy ku jadi tahu banyak kenapa aku nangis. Aku nangis kan karena aku lapar atau kadang aku cm mau dipeluk mommy and daddy atau kalau popok aku basah. Pampers ku basah aja aku udah rewel karena aku anaknya bersih.

Ini lah hasil browsingan mommy aku soal tangisan bayi :

1. Lapar
Pikiran pertama para orangtua saat bayinya menangis adalah karena si bayi lapar. Cobalah untuk mengenali tanda-tanda bayi lapar untuk membantu Anda memulai menyuapi bayi sebelum ia menangis. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan pada bayi yang baru lahir ketika ia lapar; bergerak-gerak seperti tidak nyaman, menggerak-gerakkan mulutnya dan mengecapkan bibirnya, mencari tangan Anda ketika Anda mengusap pipinya (gerak refleks bayi untuk mencari asal makanan), dan menaruh tangannya di mulut.

2. Popok kotor
Beberapa bayi akan langsung memberitahu orangtuanya langsung setelah ia membuang kotoran. Anda pun bisa mengecek dengan menyentuh popoknya, apakah ada yang berat atau tidak. Beberapa bayi lain bisa tahan untuk tidak menangis begitu popoknya kotor.

3. Mengantuk
Orang dewasa berpikir, bayi bisa dengan mudahnya tertidur di mana pun, kapan pun. Padahal, nyatanya, bayi tidak semudah itu untuk tertidur. Sebagian bayi akan rewel dan menangis sebelum tidur, khususnya jika mereka terlalu lelah. Ketika Anda melihat si bayi mulai menguap, coba ajak ia ke tempat tidur dan buat nyaman. Jika ia memang lelah dan butuh tidur, ia akan tertidur. 

4. Hanya ingin dipeluk
Bayi butuh banyak sentuhan dan pelukan. Mereka senang menatap wajah orangtuanya, mendengar suara orangtuanya, mendengar detak jantung, bahkan bisa mendeteksi aroma tubuh orangtuanya. Tangisan bisa jadi merupakan cara mereka minta didekap.

Ada sebagian orangtua yang bertanya-tanya, apakah mendekapnya terlalu sering bisa membuat bayi manja. Tetapi, untuk beberapa bulan pertama hidup bayi, dekapan terlalu sering tak akan membuatnya menjadi anak manja. Supaya tak terlalu pegal, Anda bisa menggunakan kain gendong atau carrier. Ide lain yang bisa Anda lakukan, bungkus ia dengan selimut lembut, taruh ia dalam dekap lengan, lalu elus rambut serta wajahnya.

5. Masalah dengan perut (gas, kolik, dan lainnya)
Masalah dengan pencernaan anak, yang berkaitan dengan gas atau kolik bisa menyebabkan tangisan bayi. Bahkan, kolik bisa menyebabkan bayi menangis berjam-jam, bahkan berhari-hari.

Jika bayi Anda sering merengek dan menangis setelah diberi makan, kemungkinan ia merasakan sakit pada perutnya. Bila bukan terjadi akibat kolik, gas dalam lambung bisa menyebabkan rasa tidak nyaman. Untuk mengatasinya, cobalah letakkan ia dalam posisi telentang, pegang kakinya, dan gerakkan kakinya seperti ia sedang mengayuh sepeda dengan gerakan lamban. Lihat pula celana yang ia kenakan, jika talinya dalam bentuk karet, bisa jadi celana itu menekan perutnya dan menahan gas yang ingin keluar dari perutnya. Angkat karetnya. Tekanan sedikit pun bisa menyakiti perutnya. Carilah kemungkinan lain yang bisa menyebabkan rasa sakit pada perut bayi, seperti asam lambung, flu perut, alergi susu, intoleransi laktosa, konstipasi, dan pengeluaran tersumbat

6. Gumoh
Gumoh atau bersendawa adalah hal yang perlu. Jika si bayi menangis usai diberi makan, mungkin ia hanya perlu dibantu untuk mengeluarkan sendawa (gumoh). Ini terjadi ketika bayi menelan udara saat ia menyusu ASI atau dari botol. Jika udara tidak dikeluarkan, itu bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Beberapa bayi akan merasa amat terganggu jika ada angin dalam perutnya. Sebagian bayi tak masalah dengan adanya angin dan akan keluar dengan sendirinya. Coba taruh ia di bahu Anda sambil elus atau tepuk perlahan pundaknya. Ada sebagian anak yang bisa mengeluarkan angin ketika ia ditaruh tengkurap. Cari tahu mana yang lebih berpengaruh untuk bayi Anda.

7. Terlalu dingin atau terlalu panas

Ketika si kecil merasa kedinginan, seperti saat Anda melepaskan pakaiannya untuk mengganti popok, atau membersihkan bokongnya dengan lap dingin, ia bisa memprotes dengan tangisan.

Bayi baru lahir sangat suka dibungkus rapat dan dijaga hangat, tetapi bukan panas. Umumnya, bayi butuh satu lapisan tambahan lebih ketimbang yang dikenakan orang dewasa untuk merasa nyaman dengan suhu sekitar. Umumnya, bayi tidak terlalu rewel dengan suhu terlalu hangat ketimbang merasa kedinginan.

8. Sempit
Bayi bisa merasa tak nyaman akan hal-hal kecil, seperti adanya rambut yang melilit pada salah satu bagian tubuhnya dan menyebabkan sirkulasi darah tersumbat. Hal-hal semacam inilah yang pertama kali dicari oleh dokter ketika ada bayi yang tak berhenti menangis. Ada pula sebagian anak yang ekstrasensitif terhadap bagian-bagian pakaian yang membuat tidak nyaman, seperti label merek pakaian atau jahitan baju.

Anda bisa coba bayangkan diri Anda berada di posisinya. Kira-kira apa yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan, seperti apakah ada bagian pakaian yang bisa membuat jari, lengan, atau kaki keram, apakah harus ganti posisi tidur atau duduk, apakah empeng yang diberikan punya rasa tidak enak, ataukah label pakaian bikin gatal, apakah terlalu dingin jika tempat tidur terlalu dekat dengan lantai, ataukah cahaya lampu terlalu terang, atau suara televisi terlalu kencang, dan sebagainya. 

9. Tumbuh gigi
Tumbuh gigi bisa bikin gusi terasa sakit. Beberapa anak bisa menangis lebih parah dari anak lainnya, tetapi umumnya anak-anak akan rewel dan menangis saat melewati tahap ini. Jika bayi Anda menangis dan Anda tak mengerti kenapa, coba rasakan gusinya dengan jari Anda. Jika memang ada rasa keras di gusinya, mungkin memang karena ada gigi yang sedang ingin tumbuh. Secara rata-rata, gigi pertama anak tumbuh antara usia 4-7 bulan, tetapi bisa juga lebih cepat.

10. Terlalu banyak stimulasi

Bayi belajar dari stimulasi dunia di sekitarnya, tetapi kadang mereka butuh waktu untuk memproses hal-hal tersebut, seperti cahaya, suara, ganti-ganti gendongan, dan lainnya. Tangisan bisa jadi caranya untuk minta dihentikan stumulasi itu.

11. Kurang stimulasi

Anak yang butuh perhatian mungkin akan memiliki sikap yang ceria dan bersemangat untuk mengenal dunia, dan satu-satunya cara mengehentikan tangisnya adalah terus beraktivitas. Hal ini bisa jadi hal yang melelahkan untuk Anda.

12. Tak enak badan
Jika Anda sudah memberikan segala kebutuhan mendasar si bayi, makan, mengeluarkan angin, tidak ada yang tersumbat, popok baru, dibungkus, digendong, dan lainnya, tetapi ia tetap menangis, bisa jadi ia sedang tidak enak badan dan temperaturnya tinggi. Umumnya tangisan bayi yang sedang tidak enak badan berbeda dari tangis biasanya. Percayakan insting Anda jika ada perasaan yang aneh pada tangis si bayi.

Sumber: babycenter

Salah satu ahli hipnoterapi dari Mind Clinic, George Herman mengatakan, bahwa ada 5 kebutuhan dasar bayi, yakni; lapar karena ingin minum susu, mengantuk dan ingin tidur, ada gas yang ingin dikeluarkan lewat sendawa, dan perut bagian bawahnya sakit karena ingin keluar gas atau buang air.

Berdasarkan kebutuhan itu, si bayi secara refleks akan mengeluarkan suara lewat mulutnya. Untuk mengenali suara-suara tersebut dibutuhkan kejelian dari orangtua untuk mengerti dan mendengarkannya. Berikut apa yang dikatakan Priscilla Dunstan mengenai hasil tangisan si anak:
- Neh; ada suara "nnn" di depan tangisan si bayi. Ini artinya si bayi lapar dan ingin minum susu.
- Heh; ada suara "hhh" di depan tangisannya, yang berarti ada rasa tidak nyaman di tubuhnya. Entah itu karena popoknya basah, tubuhnya merasa kepanasan, atau merasa kedinginan.
- Eh; tak ada "N" atau "H" di depannya, artinya lambungnya sakit/sesak, minta badannya ditegakkan agar bisa bersendawa dan mengeluarkan gas dari lambungnya.
- Eairh; ada huruf "R" di tengahnya, artinya di bagian perutnya ada rasa tidak nyaman. Ia sedang mengejan, karena mau buang air besar, atau ingin mengeluarkan angin dari perutnya.
- Aaw/owh; ada bentuk membulat di mulutnya dan cenderung membuka mulut. Artinya, ia mengantuk dan ingin dibuat nyaman seperti saat ia akan dibawa tidur. 

Selain itu ada cara untuk memahami tangisan bayi melalui gerakannya (trust me insting mommy kuat loh) :

* "Saya lapar"

Tangis lapar biasanya berpola. Ia menangis, lalu stop untuk bernapas, menangis lagi, lalu stop untuk bernapas. Biasanya diselingi gerakan mengisap. Jika sangat lapar, tangisnya lebih keras dan terus-menerus.

Jika ia masih menangis saat disusui, coba lihat hidungnya. Ada kemungkinan bibir atasnya menutupi hidung dan ia sulit bernapas sehingga menangis.

* "Saya bosan"

Tangis bosan biasanya pendek, diikuti keheningan, lalu tangis pendek lagi. Tangisnya akan berlanjut jika Anda tak segera mendekatinya dan mengajaknya bermain.

* "Saya lelah"

Tangis lelah berupa rengekan. Ia mungkin akan menggosok-gosok wajahnya dan memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Sebuah usapan atau gerakan berirama cukup menenangkan ia dan bisa membuatnya tidur.

* "Saya kesepian"

Beberapa bayi butuh perhatian lebih dibanding bayi lainnya dan mulai merasa kesepian ketika ia ditinggalkan sendiri untuk waktu lama. Tangis kesepian berupa rengekan setiap menit dan kadang diikuti air mata. Emongan yang lama membuatnya senang.

* "Saya tak nyaman."

Biasanya suara tangis melengking dan jelas, napas agak tersendat, lalu napasnya menjadi cepat diikuti tangis lain. Mungkin lengannya terjepit, pantatnya kotor, tertusuk peniti, atau mungkin ia kedinginan/kepanasan.

* "Saya kolik"

Bayi sering menangis karena kolik atau kejang/kram usus. Hingga kini belum diketahui penyebab kolik. Ada dugaan, sistem pencernaan bayi belum sempurna sehingga timbul gangguan pencernaan. Kolik dialami pada 3 bulan pertama kehidupan dan biasanya terjadi sore hari menjelang malam.

Tangis kolik sangat keras disertai jeritan dan episodik: suatu saat timbul, suatu saat hilang, tapi hanya satu atau dua menit, lalu menangis lagi. Biasanya diikuti gerakan tangan ke arah perut, badan mengencang, dan kadang disertai buang angin. Menggosok perutnya dengan minyak telon dapat membantu menenangkannya.

* "Saya sakit"
Rasa sakit diungkapkan dengan tangis melengking, keras, diselingi rintihan serta rengekan. Tangis bayi yang perutnya mulas lebih melengking dan lebih ribut. Hubungi dokter anak Anda jika ia menunjukkan gejala-gejala sakit tertentu.

Abis baca ini,mommy ku langsung deh bisa memahami bahasa aku ini yang cuma bisa nangis aja heheheheh,,

Semoga mommies di luar sana juga bisa lebih memahami baby nya yaa,,

Foto Baby Lucu


Dengan kulit bersalju mereka, pipi montok, jari mungil dan jari kaki, dan bibir kuncup mawar cemberut, bayi yang baru lahir ini benar-benar layak julukan Tidur mereka "Beauties". Sebagian besar foto-foto ini dari koleksi dua saudara perempuan Tracy Raver Dan Kelley Ryden, yang mengambil sebagian besarfoto-foto di studio mereka di Nbraska. Mereka foto bayi saat berusia antara lima dan 10 hari tua.







SOURCE : http://mylaboratorium.blogspot.com/2011/12/10-posisi-tidur-bayi-paling-lucu.html#ixzz1zAepvB00